Posts

Heart

The first phase of dealing with the end of something is always the hardest. You still function somehow, but your heart like to play a trick on you.  You go to the bookstore, electronic center and the grocery store but suddenly going alone seems to be too lonely for you.  You already accept the result, you even start to add new color in your life, but you are not sure whether this is what you want.  Everything seems too perfect and you are not use to perfection. Perfection does not feel human and a cold feeling start to creeping on your spine. Maybe, this is the time for a new beginning. To find a new place and routine, to reset the self by meeting new people.
Maybe.

Ritual

The great thing about ritual is that you can live without thinking. Your body functions following a certain routine and somehow, you will survive. So when everything starts to fall apart, you wonder whether it is the familiarity that you are missing or the persons, scent or things that build the routine. You fail to distinct what really matter since your world is falling apart. Suddenly, you have to make plenty of decision to make everything right again.

So what keep a routine? I always thought feeling is the key but nowadays I think commitment is. Feeling is a necessary condition but it fails to meet the sufficient condition. You may have a strong feeling for someone but when there is no certainty about the future, your feeling starts to shatter. You still miss the ritual but somehow the familiar feeling starts to discomfort you.

Meant to Be

If things are meant to be, they should happen right?
So if things do not work out, they are simply not meant to be.

Simple logic.

Tango

It takes two to tango. So if someone has a different idea, it is better to stop the dance rather makes the other falls.

Rasa

Ketika kau menyukai seseorang, kadang kau ingin semesta tahu tentang apa yang kau rasa. Kau punya belasan alasan tentang mengapa kau jatuh cinta. Kau suka dengan tawanya, kau suka polahnya, kau suka dengan hal-hal konyol yang ia lakukan. Kau ingin membuat ia bahagia. Tapi meski kau tulus, kadang orang jatuh cinta dengan cara yang berbeda. Alasan yang kau rasakan tentang mengapa kau jatuh cinta tak selalu berlaku sama. Ada yang jatuh cinta lewat belasan detik yang menentukan segalanya. Pandangan mata yang betabrakan lebih lama dari seharusnya dan kau tahu hidupmu tak akan lagi sama. Lain orang lain kisah. Kau jatuh cinta pada ritual yang terbentuk karena sering bersama. Tak ada aba-aba, tak ada kata, semuanya mengalir begitu saja.

Begitu pula dengan sebuah akhir. Ketika seseorang sampai pada suatu titik dan memilih bahwa satu sama lain tidak menjadi prioritas bagi yang lainnya. Hubungan itu akan merenggang hingga akhirnya kau dan dia menjadi orang asing.

Memilih

"Bagaimana mungkin aku beralih setelah semua perjuangan yang aku lakukan selama ini?"
"Tapi itu lucunya hidup bukan, kau tidak pernah tahu mana jalan yang terbaik. Kau mungkin saja merasa pilihan yang kini terbuka dihadapanmu sebagai sebuah distorsi atas jalan hidup yang selalu kau bayangkan, tapi siapa tahu keseluruhan hidupmu diperuntukan untuk saat ini, agar kau siap. Pada akhirnya, hidup itu bukan tentang bagaimana kau diberi kesempatan tapi tentang bagaimana kau memilih diantara kesempatan-kesempatan yang ada."
"Entahlah ..."
"Kau pernah jatuh cinta kemudian putus?"
"..."
"Bisa saja proses itu kau perlukan dalam hidupmu untuk menjadi lebih baik. Kau bahkan mungkin belajar hal-hal baru ketika bersamanya, hal-hal yang tetap kau tekuni meski tidak lagi bersamanya. Pada saat putus, kau mungkin merasa duniamu hancur, tapi mungkin itu cara hidup menjagamu agar kau memiliki kemampuan tertentu yang membuatmu berkembang."
"K…

Yasmin

"Yasmin, kenalkan ini Bintang. If you want to translate your crazy ideas into codes, he is the one you are looking for. Bintang, Yasmin is a maverick. She studies many things, too many things for my liking. But I guess that is where her great unconventional ideas are coming from. I hope both of you can meet in the middle to make the projects work," ujar Dimas.
"Yasmin," ujarnya sambil mengulurkan tangan.
"Bintang," balas Bintang sambil menjabat tangan Yasmin.
"Mohon kerjasamanya."
"Likewise."

Perkenalan itu terjadi satu dekade silam dan sejak itu banyak hal terjadi di antara mereka. Their one word conversation to hours talking after office hours. Pekerjaan mereka menuntut keduanya untuk sering bersama dan seiring dengan berjalannya waktu, bersama menjadi sewajar bernapas. Bintang selalu ada Yasmin, dan sebaliknya, Yasmin untuk Bintang. Hingga suatu saat, ketika Bintang pergi tanpa kabar. Dan Yasmin memutuskan untuk mengganti suasana da…

Hujan

"Aku suka bau hujan."
"Kamu bisa menciumnya dari tempat beratap?"
"Ah, kamu terlalu serius," ujarnya sambil cemberut meski turut melangkah.
"Nanti kalau kamu pilek, aku juga yang salah."
"Kok bisa?"
"Iya, nanti kamu bilang, 'bukannya mengingatkan, malah ikutan main di bawah hujan'."
"Ahaha, kata-kata yang terdengar seperti aku."
"Ya kan? Makanya ayo berteduh."

Ketika Jek berhenti berjalan, tak sengaja jemarinya menyentuh jemari Sar. Sar menarik jemarinya menjauh tapi ia membiarkan lengannya tetap di sana, merasakan hangat ditengah hujan yang menderas.